Pendidikan dan Pelatihan Vokasional Sistem Ganda ( PPVSG )

Kebutuhan hidup manusia

  1. Sandang
  2. Pangan
  3. Papan
  4. Jalan dan komunikasi
  5. Jasa

Untuk memenuhi kebutuhan itu dibutuhkan benda terpakai (consumable) dan peralatan. Sumber diperoleh melalui kemampuan untuk merobah materi yang tersedia dialam semesta (tanah, udara, laut, dan ruang angkasa)

SDA Sumber daya alam – melalui pengetahuan dan keterampilan manusia. Cara mencapainya melalui:

  • Fabrikasi – Small lot , karya seni, konstruksi atau
  • Manufaktur – Mass product.

Unsur yang mempengaruhi hasil produk kedua cara yaitu :

  1. Material : Sifat-sifat material, efek setelah pengerjaan, opsi ketersediaan dipasar, karakteristik dan lain sebagainya
  2. Design : Kemampuan merekayasa produk yang dibuat, kemampuan memenuhi kebutuhan pasar, menentukan cara produksi dan lain-lain.
  3. Process:  Metode merubah bentuk barang; membentuk, mengurangi, menambah, merobah sifat benda tanpa merubah bentuk, menggunakan mesin dan perkakas dan lain-lain.

Unsur Manusia – SDM sumber daya mausia adalah pelaku (produsen) sekaligus pemakai (konsumen) produk sebagai penentu, keserasian sistem supply and demand.  Semenjak peradaban modern manusia, terjalin sistem pendidikan dan pelatihan.

Pendidikan dimulai dari Pendidikan wajib berlajar, dengan target mencapai :

  1. Literate : Melek huruf, menguasai bahasa; membaca dan mengutarakan
  2. Numerite : Dapat berhitung dan mathematika.
  3. Knowledgeable : Mengetahui Ilmu Pengetahuan; Phisika, Kimia, Biology dan lain-lain.
  4. Moral ethika : membangun karakter manusia menjadi pekerja tangguh berbudi luhur

Vocational : Vokesional Adalah kemampuan Manusia untuk bekerja sebagai mata pencahariannya melalui kemampuan merubah benda alam menjadi benda jadi untuk memenuhi penghidupannya, bila diperoleh melalui DikLat dan diberikan sertifikasi spesialisasi, disebut Vokesional.

Di Jerman memiliki DikLat Vokesional sistem Ganda yang unik disebut : Pelatihan dan Pendidikan Vokesional Sistem Ganda (PPVSG) atau Vocational Education and Training in the Dual System (VETDS).

Sejarahnya adalah “Jerman” berdiri ketika disatukan dari berbagai negeri Prusia, adalah negeri terbelakang dibandingkan dengan Inggeris, Belanda, Perancis dan lain-lain. Sistem pewarisan kemampuan skill dilakukan oleh para Meister kepada Lehrling – pemagang – di Gild. Maka oleh Bismark sistem DikLat dilakukan penyatuan keseluruh negeri dan distandardisasikan, menjadi VETDS. Sejak itu kemampuan skill dan teori pengetahuan pekerja German menanjak terus mengungguli Eropa.

Karakteristik PPVSG:

  1. Dasar Philosophi : Teori pengetahuan / sains, dapat diajarkan di ruang kelas, Skill / keterampilan, dilatih dilapangan kerja real. Keduanya dilakukan oleh Meister – Master ahli/Suhu/Empu.
  2. PPVSG dikelola oleh perusahaan, di dua lokasi teori di Pusat pendidikan teori, skill kembali bekerja nyata di Perusahaan sponsor/pengkelola. Oleh karenanya disebut sistem ganda.
  3. Perusahaan Pengkelola tergabung di KADIN – IHK (Industrie Handel Kamer) sektor usaha kecil menengah – UKM. Sistem Nasional dikelola bersama di pusat BLIB – di Berlin.
  4. Kelompok UKM IHK memperoleh hak supaya izin usaha UKM harus melewati UKM IHK , diharuskan memiliki seorang Meister di bidang usahanya. Ini yang menyebabkan secara tidak langsung UKM harus mengikuti program PPVSG, untuk persiapan pemagang bakal memperoleh gelar Meister, sebagai syarat utama untuk memperoleh izin usaha. Dan karena ini juga efeknya terhadap produk Jerman selalu diatas produk negara lain, dan masih kompetitif pada kualitas tinggi.
  5. Keanggotaan UKM di KADIN Jerman, menjadi satu keharusan secara tidak langsung. Melalui iuran anggota, dana untuk kelola sistem PPVSG secara Nasional tersedia, dan sistem Standard Nasional terbentuk. Salah satu sebab kualitas produk Jerman sangat effektif dan kompetitif.
  6. Sistem PPVSG skala jangkauan mencapai Nasional, jadi seluruh rakyat terdidik dan terlatih. Membuat produk Jerman berkualitas tinggi dalam negeri terjangkau oleh pekerja yang berfungsi produser dan sekaligus sebagai konsumennya. Kurikulum & Syllabus disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan terstandardisasi berlaku secara Nasional .
  7. Stake holder PPVSG :
    1. Pemagang :  Lulusan wajib belajar, atau lebih tinggi.
    2. Perusahaan : UKM yg tergabung dalam KADIN.
    3. Pemerintah : Depnaker yg berkepentingan terhadap employment negara, melalui PPVSG.
  8. PPVSG bercirikan Self Supporting;  fee dan instructor :
    Fee dapat diperoleh dengan sistem saling menguntungkan antara pemagang dan perusahaan. Ambil contoh  spesialisasi Metal work, memiliki jenjang Diklat selama 3 tahun tiap minggu 40 jam. Perusahaan sebagai sponsor, pemagang dididik sambil bekerja, tak terima gaji hanya menerima honor / uang saku saja. Perusahaan dimana pemagang bekerja, tidak membayar gaji, hanya sekedar memberikan honor.
    Tahun ke satu : pendidikan teori 75%, kerja nyata 25%. Hasil kerja selisih gaji dan honor tidak mencukupi untuk membeayai pemagang belajar teori. Perusahaan sebagai sponsor mendanai.
    Tahun ke dua : Pendidikan teori 50% Bekerja nyata 50%. Perusahaan tidak bayar gaji, membayar honor dan bea pendidikan dari selisihnya mencukupi, hingga tahun kedua ini terjadi pendanaan cukup seimbang dari dua  pihak.
    Tahun ketiga: Pendidikan teori 25% bekerja nyata 75%.  Selisih gaji dan honor, masih berlebihan, cukup untuk membeayai bea pendidikan yg ditanggung oleh sponsor pada tahun kesatu juga. Jadi secara keseluruhan 3 tahun terjadi keseimbangan dana dari sponsor dan pemagang → Mandiri.
  9. Lulusan PPVSG, lulus baik teori dan skill, sesuai dengan spesialisasi yang dipilih.
    Perusahaan sponsor berhak mempekerjakan lulusan, sesuai dengan isi kontrak kesepakatan bersama disahkan oleh Depnaker. Lulusan tak berhak untuk meminta dipekerjakan oleh sponsor, tapi dengan sertifikat yg diperoleh, dengan mudah mencari pekerjaan yang sesuai spesialisasi yang dipilih.
  10. Pemagang yang sudah bekerja dan membutuhkan pindah alamat, atau pindah pekerjaan, dapat memanfaatkan alih spesialissi dalam kelompok kategori spesialisasi yang berdekatan.

Bagi kelompok usaha pengerjaan logam dapat memulai dengan spesialisasi ini. Di Jerman spesialisasi ini menduduki proporsi 50%. dari semua sektor spesialisasi PPVSG.

Pendidikan Teori Tahun kesatu:

Kurikulum mencakup semua keahlian mengenai teori mekanisme permesinan berkaitan dgn logam,  Proses pembuatan, meliputi semua standard pembentukan forging, casting, drawing, extrusion, heading, dan lain-lain. Pengurangan ; bubut, milling, grinding, edm-ing,  dan Penambahan; welding, soldering, painting, plating, coating. 3D printing dan lain-lain. dan  Proses khusus lainnya, assembling; bolt and nut, rivete, caulking, Heat treatment, dll.

Design :  Alat-alat machine – Machine element, fits and tolerances, Industrial standard,  mechanical drawing,  Pengetahuan phisika, kimia dasar, strength of material, mekanika teknik, Hydraulic pneumatic, Automation, dan lain-lain.

Engineering material : Iron and steel, special purpose material. non ferrous; light metal, heavy metal, sedikit pengetahuan mengenai non metal engineering material, Nano material dan lain-lain.

Pendidikan skill / simulasi ruang kelas :

  • Bench work
  • Assembling dari komponen mesin.
  • Processes technology; pemesinan machining termasuk CNC machining, welding soldering, riveting, caulking, painting, Plating etc.
  • Electric for non elecrtrician.

Specialisasi:

  1. Production Mechanic : 4 specialisasi detail.
  2. Tool Mechanic  :  3 specialisasi detail
  3. Machining Mechanic : 4 specialisasi detail
  4. Construction Mechanic : 3 Specialisasi detail.
  5. Plant Mechanic : 2 specialisasi detail.
  6. Vehicle (maintenance) Mechanic.

Ciri khas PPVSG, adalah selalu mengikuti perkembangan terakhir uptodate – State of the art, yang dikelola oleh perusahaan,  misalnya untuk machining mencakup CNC machining hingga 5 axis, 3D printing dan lain-lain, dimana perusahaan membutuhkan.  Sekolah hanaya belajar teori dan basic skill operation.

Bagi stake holder

  • Perusahaan : akan diuntungkan dengan adanya tenaga kerja tersedia terencana terdidik melalui teori dan skill training, yang ready for use setelah lulus ujian, dan selama DikLat sudah memasuki angkatan kerja yang dilatih sesuai kebutuhan perusahaan. Masalah UMR yg selalu merepotkan perusahaan maupun serikat kerja, dengan adanya sertifikat PPVSG dengan mudah maka tingkat gaji pendapatan pemagang menyeseuaikan ketersediaan dan kebutuhan supply and demand, dan pedoman sertifikat.
  • Pemagang :  Diklat tanpa bayar, memperoleh uang saku, memberikan kesempatan diklat lanjut setelah selesai wajib belajar, bagi seluruh rakyat jelata, suatu syarat mutlak bagi bangsa yang maju, Rakyat terdidik dan terlatih, meningkatkan produktifitas dan kekayaan bangsa.
  • Depnaker : Sebagai departemen Pemerintah yang berkewajiban untuk menjamin pekerjaan pada setiap warga negara, bertugas hanya sebagai penengah antara Perusahaan dan Pemagang, memberikan jaminan kepentingan kontrak kerjasama sesuai hukum yang berlaku, dengan kekhususan mengenai kemungkinan Pemagang memperoleh izin khusus bekerja (sambil DikLat) masih dibawah umur. Bagi departemen Pendidikan yg terkait dengn Sistem PPVSG yg dikelola swasta, maka dana APBN dapat di pusatkan hanya untuk keperluan wajib belajar 10 tahun, hingga hasil lulusan wajib belajar mingkat kualitas hasil wajib belajar, sudah memenuhi kriteria siap dilatih.
  • Keberhasilan PPVSG hanya bila 3 stake holder mau saling mendukung dan bekerjasama yang erat yg harmonis – win win solution.  Pemerintah dapat mengatur hukum sedemikian sehingga secara tidak langsung 3 stake holder mau  melakukan kerjasama yang serasi ( Misalnya contoh cara di Jerman, Izin perusahaan hanya dikeluarkan apa bila dalam perusahaan memiliki Meister dibidang kegiatan usaha perusahaan.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *